LANGKAT, PAB – Maraknya praktik perjudian gelper atau mesin tembak ikan di Kabupaten Langkat semakin meresahkan masyarakat. Warga khawatir praktik yang berlangsung terang-terangan itu membuat suami dan anak mereka menjadi korban kecanduan judi.
Salah satu lokasi judi Gelper hasil cek Tempat Kejadian Perkara (TKP) pantauan awak media terlihat di salah satu kedai yang terletak di Desa Perkotaan, Kecamatan Secanggang, Lankat, Senin (27/7/2026), memperlihatkan aktifitas para pemain judi tampak menikmati permainan tanpa rasa takut seolah lapak tempat mereka bertaruh keberuntungan dipastikan aman dari razia ataupun penggerebekan Polisi, sehingga aktivitas gelper berjalan lancar dan beroperasi bebas tanpa ada penindakan tegas aparat kepolisian.
Warga menduga, bebasnya praktik judi Gelper tak terlepas adanya dugaan setoran upeti ke oknum petinggi Polres Langkat.
"Takut kita bang... udah gak ada lagi batasan apalagi sembunyi-sembunyi, udah bebas macam gak ada lagi polisi," keluh salah seorang ibu warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Pemandangan di lokasi judi Gelper memperkuat dugaan adanya setoran rutin ke petinggi Kabupaten Langkat. Apalagi lapak judi Gelper sudah beroperasi lebih dua bulan tanpa penindakan.
" Tak ada pengawasan, tindakan bahkan protes yang dilakukan aparat pemerintah setempat, bahkan anggota DPRD Langkat saja diam, atau mereka tak tahu atau tak mau tahu, ntah lah" ungkapnya lagi.
Menurutnya, bisnis judi Gelper sudah menjadi ladang uang bagi pengelola dan penyedia lapak judi, korban nya tak lain para ibu rumah tangga yang suami nya kecanduan judi, bahkan anak turut menjadi korban.
Wanita berparas gemoy ini berharap aparat penegak hukum segera menindak tegas praktik perjudian Gelper diwilayah tempat tinggalnya.
Terpisah, menanggapi keresahan warga atas menjamurnya lokasi judi Gelper di Langkat, Kapolres Langkat AKBP Hennry PH Tambunan, SE, SIK, saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Ghulam Yanuar Lutfi, STK, SIK, SH belum memberikan jawaban dan tidak membalas pesan via WhatsApp hingga berita ini ditayangkan.